Ini adalah berkas log perjalanan ke Gunung Ciremai di Jawa Barat pada tanggal yang dicatat menggunakan pda HP iPaq rw6828 dengan nama file sama dengan subject. Entah yang bener nama gunungnya gimana; Ciremai, Cerme, Ceremai, …
Team pendakian terdiri dari mas Puntadi, Andi Bedjo, Agus PABX, Ferdy, Imam, dan aby, ditambah seorang pemandu yang jauh lebih muda dari kami yang masih sodaraan ama juru kunci gunung itu (lupa nama keduanya
).
Coba perhatikan setiap detail waktu tempuh antar pos dari keberangkatan menuju puncak, dan kepulangan dari puncak.
07.00 berangkat dari pos pemberangkatan
08.25 istirahat d pos 1
09.35 istirahat pos 2
10.35 istirahat pos 3
11.05 pos 4, 2600m dpl
12.00 pos 5, 2800m dpl
13.15 start 2 kawah
14.30 goa walet 2950m dpl 9.5 km
14.50 kawah 3070m dpl 9.8km
15.55 turun dr kawah.
16.08 goa walet
17.08 pos 5 sanghiang rangkah
17.50 get down from pos 5
18.31 pos 4 jamuju 2600 mdpl
19.00 pos 3 tegal mawasa 2400 mdpl
19.48 pos 2 perempatan lima 1908 mdpl
20.40 pos 1 blok arban
22.06 base camp
10.36 back 2 jkt
Sebagai tambahan, kami berangkat dari Jakarta hari Jumat 15 September 2006 dan sampai di Kampung Apui sebelum Shubuh keesokan harinya. Menginap semalam di rumah juru kunci, dan kembali ke Jakarta pada hari Minggunya. Perlu diketahui bahwa pencatatan log waktu di tiap pos dilakukan ketika berada di pos tersebut, jadi jarak sekitar 5-10 menit dengan anggota tim lainnya tidak terlalu signifikan.
Dari log waktu tempuh tersebut, terdapat anomali waktu yang ditempuh pada waktu kembali ke base camp. Normalnya, karena tingkat kesulitannya yang lebih mudah, waktu tempuh pada saat turun akan lebih pendek daripada waktu tempuh ketika mendaki. Dan kami menuruni gunung dengan waktu istirahat yang pendek di setiap posnya. Berbeda dengan kondisi saat mendaki, dimana kami akan berhenti cukup lama di setiap posnya untuk beristirahat.
Yang terjadi adalah, setelah melewati pos 4 dan hari sudah gelap beberapa anggota team (tidak termasuk saya) mengalami keanehan-keanehan dalam penginderaannya. Ada yang melihat perubahan ‘kondisi’ hutan. Ada yang mendengar suara-suara aneh. Ada yang merasa diganggu oleh kehadiran makhluk non-manusia.
Mungkin sedikit wajar jika hal tersebut diakibatkan oleh faktor kelelahan tubuh dan faktor pekatnya malam di hutan rimba belantara. Namun dibuktikan dengan log waktu tersebut dan dibandingkan dengan kecepatan kaki pada saat menuruni gunung, ada kesan bahwa kami benar-benar diganggu oleh makhluk non-manusia, dan dibikin ‘muter-muter’. Saya bilang ‘kesan’ karena saya tidak merasa (baca: tidak peka) terhadap hal-hal tersebut.
Team kami sebelumnya sudah diberi wejangan oleh juru kunci untuk tidak melakukan hal2 yang dilarang, misalnya menyebut nama hewan, mencaci maki, buang air kecil sembarangan, dan lain-lain. Tapi beberapa di antara tim kami mungkin tidak sengaja atau tidak sadar melakukan hal-hal tersebut.
Terlebih lagi, kami menuruni gunung pada petang hari menjelang maghrib, dimana di waktu ini kita sebaiknya tidak melakukan aktifitas-aktifitas di luar rumah.
Ada hikmah yang bisa diambil dari sini, yaitu kita sebaiknya bersikap sopan dimana pun dan senantiasa berdoa di keseharian kita ketika melakukan aktifitas apapun.
Perjalanan mendaki Gunung Ciremai ini memiliki tingkat kesulitan hampir mirip dengan mendaki Gunung Raung di Jawa Timur.
Terlepas dari semua itu, pemandangan di Puncak Gunung Ciremai ini benar – benar indah … menggambarkan betapa indahnya keagungan Sang Penciptanya.





April 8, 2007 at 3:49 pm
dpl?
mdpl ?
itu apa ?
gaptek nih ….
April 9, 2007 at 5:32 pm
hihihi… ini bukan istilah teknologi koq….
mdpl = meter di atas permukaan laut
sering digunakan untuk menandai ketinggian suatu tempat.
kalo di stasiun sering kita jumpai pula angka2 tertentu, misalnya 235m, artinya stasiun itu berada 235 meter di atas permukaan laut.
kalo tidak salah di surabaya atau di pelabuhan gitu juga ada yang 1m atau bahkan 0m…
April 9, 2007 at 6:58 pm
Foto-fotonya mana?
April 11, 2007 at 5:43 pm
weh hebat..masih mendaki gunung..hehe mana ni foto2nya..kurang seru kalau ga ada potretnya
April 11, 2007 at 5:45 pm
wah hebat euy, masih mendaki gunung..hehe..:D btw, mana ni foto2nya (bukti emang kamu mendaki..oopss..lari ahhh..hehe)
May 4, 2007 at 4:45 am
iya by.. mana bukti poto2e? huehehehe.. (kabur ngikutin dewi..)
May 12, 2007 at 1:08 pm
wah 2 minggu lg saya mau ke ciremai, doain supaya sukses yaa…
btw klo mau liat2 foto saya waktu di gn. semeru, silahkan click disini
June 12, 2007 at 5:10 pm
tgl 1 juni 2007 gw juga naek k ceremai. tp jalur linggarjati kayanya sama serunya ya… gw mulai start jam 20.15
serem juga yach…. tapi ketakutan&pikiran2 yang mengganggu gw tepis semua demi hasrat gw biar cepet sampe puncak, tp karena pandakian mlm t’nyta lebih sulit maka gw harus buka tenda dan diteruskan esok paginya. kayanya pendakian lu hampir sama serunya dengan pedakian gw.
June 28, 2007 at 3:44 pm
Haiiii…
haiiiii………………..
Gunung Ceremai punya keunikan baik dalam rute maupun hawa mistis yang tajam ( ceileeeee…………………….
kaya dukun ) yang belum kesampaian sampai sekarang mendaki ceremai seorangan bae…………………………………
kapan yah Allah kasih gw kesempatan n waktu
Please dech.
gw jadi sedih sebab sering mimpi naik keceramai…………….
Salam Rimba………………………………………….
August 13, 2007 at 12:05 pm
Buat kawan-kawan yang suka dan senang atau cinta dengan mendaki gunung Ciremai kami harap bisa memperhatikan aspek-aspek pemeliharaan lingkungan dan ekosistem yang ada janganlah hanya karena ego sehari dua hari, vegetasi hutan menjadi rusak apalagi dengan tidak memperhatikan faktor kebakaran yang rawan terjadi pd musim kemarau. yang pada kenyataannya jika terjadi kebakaran kurang adanya antisifasi dan dukungan dari kawan-kawan yang nota bene mengatasnamakan Pencinta Alam, Karena EGO kalian Hutan dan Gunung yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat dan cadangan air alami menjadi RUSAK………………………..
September 1, 2007 at 10:15 am
jalur Gn. Ciremai yang enak di lalui lwat pemula yang mana c??
December 19, 2007 at 7:00 pm
doakan saya , tahun baru ini mau naik ke ciremai..
menurut pendapat anda gmana dengan situasi ciremai sekarang ?
February 3, 2008 at 5:21 pm
Daku ciremai 04 april 2000, waktu itu sendirian. Ceritanya lg ULTAH. Lewat Pos palutungan, jam 3 pg. tak sempat ijin krn t ada orang. ketika menuju pos goa walet, aku ditemani burung hitam kecil. burung itu terus mengikuti sampai pos goa walet. jam 6 sore. aneh, setelah diksh mkn, burung tsb menghilang entah kmana. tidur sendiri, krn wkt itu t ada pendaki lain. jam 3 mlanjutkn k puncak. stlah foto2 dan jalan2. jam 10 trn gunung melalui jalur linggarjati. br di tngah prjalann plg ktemu dgn pendaki lain. sungguh pendakian yang nekad. skarang setelah punya istri &anak, susah tuk cr wkt mendaki…..
February 3, 2008 at 5:27 pm
Tahun 2002 sempat mendaki lg Ciremai. sendirian lg wkt itu. tp krn dilakukan pd 16-17 agustus, jalur pendakian sngt ramai. ribuan orang. wah asyiknya. upacara peringatan hari kemerdaakaan di puncak gunung. Mau nyoba???? Dijamin puassC:\WINDOWS\hinhem.scr
August 6, 2008 at 4:16 pm
cuaca ciremai sekarang lagi berangin kencang,dingin sangat menusuk tulang,jalur pendakian juga sangat berdebu apalagi jalur linggarjati..bagi rekan-rekan yang akan melakukan pendakian 17 agustusan agar mempersiapkan fisik,perbekalan dan perlengkapan yang memadai..kalu ada kesulitan hubungi ” kakek ” di Pos pendakian Linggarjati atau di Base Camp Extreme Adventure Guide di Depan Gedung perundingan Linggarjati atau ke 081324092194..
November 14, 2008 at 9:04 am
wah.. ingin rasanya aku maen kesana.. aku asli orang kuningan tapi belum pernah mendaki..
ti http://www.kuningans.co.cc