Mengapa Nabi Isa tidak punya bapak, dan mengapa Nabi Muhammad tidak memiliki anak laki-laki?

Sekedar wacana tentang dunia Islam yang saya dapatkan dari hasil berguru di beberapa padepokan… hehehe… :P

Nabi Isa A.S. tidak punya bapak?

Nabi Isa A.S. terlahir dari perawan suci Maryam a.k.a Maria (perempuan).
Adam tidak memiliki bapak (laki-laki) dan tidak memiliki ibu (perempuan).
Hawa tercipta dari bagian Adam (laki-laki) tanpa adanya campur tangan ibu (perempuan).
Kita, manusia biasa, terlahir dari adanya percampuran antara laki – laki dan perempuan.
Jika Nabi Isa A.S. tidak terlahir, mungkin akan ada pertanyaan dari manusia sekarang ini: “Sanggupkah Tuhan menciptakan manusia hanya dari seorang perempuan??”Dan Nabi Isa tercipta, dan tidak disangsikan lagi bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Nabi Muhammad S.A.W. tidak memiliki anak laki-laki?

Kurang begitu jelas diriwayatkan apakah Nabi kita tercinta, Muhammad S.A.W. memiliki anak laki-laki. Yang jelas sekali diriwayatkan adalah bahwasanya Beliau memiliki 4 anak perempuan, yaitu Zaenab, Ruqayat, Ummu Kulsum, dan Fatimah.
Sebagaimana kita tahu, bahwa Nabi Muhammad memegang tampuk pimpinan tertinggi Islam hingga Beliau wafat. Dan setelah Beliau wafat, beliau digantikan oleh para sahabatnya berturut turut yaitu Abu Bakar dan Umar.
Dan bahwasanya Ali bin Abu Thalib adalah keponakan Beliau, terpilihnya beliau dalam jajaran pemerintahan pun tidak serta merta langsung menjadi pimpinan tertinggi.

Terbayangkan jika Nabi Muhammad memiliki anak laki-laki dan posisi pemimpin tertinggi Islam digantikan oleh anaknya, maka akan terbentuk opini bahwa pemerintahan Islam menganut pemerintahan monarkhi ala kerajaan.
Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa pemerintahan Islam bukanlah pemerintahan model monarkhi.

Yang tertulis ini adalah apa yang saya dengar dari beberapa guru dan ustadz saya.
Semoga dapat diambil hikmahnya.

About these ads

34 Responses to “Mengapa Nabi Isa tidak punya bapak, dan mengapa Nabi Muhammad tidak memiliki anak laki-laki?”

  1. galih Says:

    Dari buku yang kubaca, riwayat kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW karya H.M.H Al Hamid Al Husain, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW punya anak laki-laki bernama Ibrahim, dari isteri Maria Al-Qabtiyya (isteri yang dari Mesir itu). Tapi memang hidupnya tidak lama, cuma 18 bulan saja, setelah itu meninggal.

  2. vcool Says:

    saya baca di bku Khadijah The True Love Story of Muhammad , di sana diceritakan bahwa nabi Muhammad SAW pernah punya anak laki2 dari Khadijah. Tapi sayangnya waktu umur +- 3 thn anaknya meninggal tiba2 :( so sad … (CMIIW)

    peace !

  3. Kendy Says:

    Salah satu anak Beliau ada yang laki-laki, bernama Qasim. Makanya Beliau SAW bergelar Abu Qasim.

  4. apr Says:

    nabi Muhammad punya anak laki-laki… mas, tapi meninggal waktu kecil karena sakit, Allah maha kuasa.

  5. rins Says:

    untuk adik yang senang belajar agama islam. saya bangga deh. saya harap lebih mendalami dulu kemantapan berpikir tentang islam, karena islam tidak sekedar apa yang terlihat. kebanyakan berpikir tanpa dapat memahami makna sebenarnya dapat membuat adik lieur sendiri… ujung2nya terjerumus ke paham2 yang nyeleneh….
    sorry tanpa bermaksud menggurui, hanya prihatin banyak kaum muda yang terkait sekte2 tertentu…
    wass

  6. dara smi Says:

    Assalamua’laikum
    Rasulullah saw mempunyai 7 orang anak,5 perempuan dan 2 lelaki.ke 7 anak Rasulullah semuanya terlahir dari Khadijah dan menurut beberapa pakar sejarah Islam, kedua anak lelaki Rasul tersebut meninggal karena sakit di waktu kecil. Dan Allah Yang Maha Kuasa lebih tahu apa tujuan yang sebenarnya atas meninggalnya kedua anak lelaki Nabi Terakhir ini.Sebagai manusia yang serba kekurangan ilmu kita hanya bisa menebak alasan-alasan kenapa kedua anak lelaki Nabi MUhammad meninggal diwaktu kecil.Dan salah satu alasan yang sering terdengar adalah agar tidak adanya pengakuan kenabian dari keturunan Rasulullah saw.
    I’am so happy to join this blog….we can share about Islam
    I luv Islam………….chayooooo
    wasss
    by dara

  7. " ANAK BONTOT.. " Says:

    Ass..Wr.WB,,untuk sahabatku,
    saya hanya sekedar rembuk saran, ya,,boleh ya,,
    menurut saya, saudara harus belajar sejarah islam terlebih dahulu, baru mengeluarkan statmen tttn Rosullullah yg tidak memiliki anak lelaki, Rosuluulah memiliki 2 anak laki2 ,kemudian diwafatkan oleh Allah.,(wawlohu alam bi sawab ).
    nah, kemudian tolong juga saudaraku sampaikan ,barangkali kepada padepokan2 pengajian saudara, jangan membid’ahkan sesama muslim/muslimat, bid’ah membid;ahkan cukup di forum kajian islam jangan dipodium mis : jumat;an, pengajian umum dsb.
    karena akhir2 ini , ada sekelompok umat yg tidak senang dengan zikir bersama, membaca sholataw atas nabi, bertakziah membaca Yasin di rumah orang yg tertimpa musibah kematian mereka bahkan sudah berani melarang.(naudzu billah) menurut mereka membaca yassin di rumah orng meninggal ajaran Hindu,( masya Allah ).,
    Demikian rembuk saran dan saling menyampaikan yang hak dan baik, terima kasih semoga sukses selalu..ya,,

  8. 'Alawiy Says:

    Assalamu’alaikum

    Wahai saudara-saudaraku seagama

    Secara kebetulan jari ini menekan tombol menuju site ini, Allah lah yg memeprtemukan kita.

    Yaa Ikhwan, Nabi kita, Nabi Muhammad saw, Nabi tercinta, yang sangat dicintai oleh Allah, yang sangat dimuliakan oleh Allah, sehingga mulialah alam ini, mulialah keluarga beliau saw, mulialah para sahabat beliau saw, dan mulilah juga ummat beliau saw. dikaruniai oleh Allah beberapa nak oleh Allah baik lelaki maupun perempuan, yaitu sebagai berikut :

    Anak-Anak Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam
    Anak-anak Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam adalah sebagai berikut :
    Qasim, dengannya Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam memperoleh julukan abul Qasim. Dia dilahirkan sebelum Rasulullah sholallah alaihi was salam diangkat menjadi nabi begitu pula meninggalnya, dia meninggal dunia dalam usia 2 tahun.
    Abdullah, dia juga dinamai dengan ath-Thayyib dan ath-Thahir. Dia dilahirkan setelah Rasulullah sholallah alaihi was salam diangkat menjadi nabi, namun ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa dia dilahirkan sebelum Rasulullah sholallah alaihi was salam diangkat menjadi nabi. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa ath-Thayyib bukanlah ath-Thahir.
    Zainab.
    Ruqayyah.
    Ummu Kultsum
    Fathimah az-Zahra ra.
    Anak-anak perempuan Nabi sholallah alaihi was salam seluruhnya mengalami zaman Islam dan turut berhijrah bersama Rasululah sholallah alaihi was salam.
    Perlu kami sampaikan di sini bahwa mereka semua adalah anak-anak dari Khadijah ra.
    Disamping itu, Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam juga memiliki anak lain yang dilahirkan di Madinah yaitu Ibrahim, dia dari Mariyah al-Qibthiyyah. Ibrahim meninggal dunia ketika berusia 70 hari. Menurut sebagaian riwayat adalah 7 bulan dan riwayat yang lain lagi 8 bulan.
    Seluruh anak Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam meninggal dunia pada saat beliau sholallah alaihi was salam masih hidup kecuali Fathimah az-zahra, dia meninggal 7 bulan setelah nabi wafat.
    Zainab adalah anak perempuan Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam yang paling besar, dia menikah dengan Abul Ash bin Rabi’ dan dia telah masuk Islam.
    Dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Ali, namun ia meninggal dunia pada saat usianya masih dini. Disamping itu dia juga memiliki anak yang lain yaitu Umamah, seorang anak yang pernah digendong oleh Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam pada saat beliau melakukan shalat.
    Setelah dewasa Umamah menikah dengan Ali bin Abi Thalib yakni setelah meninggalnya Fathimah az-Zahra bibinya serta atas wasiat darinya. Sepeninggal Ali bin Abi Thalib Umamah menikah kembali dengan Mughirah bin Naufal bin Harits bin Abdul Muthalib dan dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Yahya al-Mughirah.
    Umamah meninggal dunia ketika menjadi isteri Mughirah.
    Fathimah az-Zahra ra menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra, beliau memiliki beberapa orang anak yaitu, Hasan, Husein, Muhsin, Ruqayyah, Zainab, dan Ummu Kultsum radhyallahu ‘anhum. Muhsin meninggal dunia pada saat masih bayi sedangkan Ruqayyah meninggal dunia sebelum dewasa. Zainab menikah dengan Abdullah bin Ja’far dan dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Ali, namun ia meninggal dunia pada saat masih kecil. Sedangkan Ummu Kultsum menikah dengan Umar bin Khathab ra dan dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki yaitu Zaid. Setelah itu, dia menikah kembali dengan ‘Auf bin Ja’far, setelah itu diperisteri oleh saudaranya yaitu Abdullah bin Ja’far.
    Adapun Ruqayyah (puteri Nabi sholallah alaihi was salam) dia menikah dengan Utsman bin Affan dan dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Abdullah. Ruqayah meninggal dunia pada hari dimana Zaid bin Haritsah datang membawa kabar gembira tentang kemenangan kaum muslimin di perang Badar.
    Setelah Ruqayyah meninggal dunia, Utsman bin Affan ra menikah kembali dengan saudaranya yakni puteri Nabi sholallah alaihi was salam yang satunya yaitu Ummu Kultsum, dan dia meninggal dunia di sisinya pada bulan Sya’ban tahun sembilan kenabian.

    Dan Allah juga telah mengaruniai Nabi kita saw dengan keturunan yg tidak dapat terputus. Dan, Alhamdulillah, sampai sekarang pun kita dapat menjumpai keturunan Rasulullah saw.

    Dan terbukti, banyak dari keturunan Rasul saw yang telah menjadi orang-orang sholeh yang dicintai oleh Allah, dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah disebabkan oleh ketaqwaan mereka.

    Namun, bukan berarti ke-imamah-an (kepemimpinan / kekhalifahan) hanya terbatas pada keturunan Nabi saw walaupun memang mereka berhak.
    Jadi, di dalam Islam, dapat diartikan seperti ini, keturunan Nabi saw lebih afdhal, akan tetapi bukan berarti selain keturunan Nabi saw tidak bisa menjadi khalifah. Islam mempunyai metode khusus dalam masalah kekhalifahan.

    Dan di dalam Islam, kekhalifahan yang sah setelah Nabi Muhammad saw, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khottob, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Merekalah yang tergolong Khulafaur Rasyidin (pemimpin yang lurus), dan juga ada sebagian ulama berpendapat bahwa Umar bin Abdul Aziz juga termasuk Khulafaur Rasyidin karena dia menjalankan pemerintahan yang lurus. Semoga Allah meridhoi mereka semua.

    Semoga Bermanfaat

    Wassalam

  9. sisi Says:

    BArrukh Atah Adonai, Eloheinu melek ha’olam,asyer bahar banu mikal’ am, we rommenu mikal lason, we qidassanu be missnonu waitten lanu, Adonay eloheinu be ahebah hag hasy-syavu’ot hazzeh.Zeman mattantoratenu. BArukh Attah Adonay, meqodesy Yissrael we hazamanim
    (Terpujilah Engkau, Ya Allah, Tuhan Kami, Raja yg Kekal, yg telah memilih kami dari segala bangsa, untuk meninggikan kami atas segala bangsa, untuk meninggikan kami atas segala bahasa, dan menguduskan kami dengan perintah2MU. Dan Engkaulah, Ya Allah, Tuhan Kami yang dalam kasihMU telah memberikan kepada kamiPerayaan Tujuh Minggu ini, saat engkau memberikan Taurat kepada kami.Terpujilah Engkau, Ya Tuhan, yg telah mnenguduskan Israel dengan perayaan2nya

  10. eleizer Says:

    Engkau mendatangi aku dgn pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan Semesta Alam, Allah segala barisan Israel yg kautantang itu.Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan memenggal kepalamu dari tubuhmu. Ucapan David(Daud) kepada Goliath (Jalut) org Filistin (PAlestina)

  11. FERDI Says:

    Rasulullah memiliki anak laki-laki,namun anak beliau meninggal dunia ketika masih bayi,kalo tidak salah nama anak beliau adalah qasim dan ibrahim,mungkin Allah memiliki tujuan lain dengan mengambil anak beliau ketika masih bayi.

  12. Daeng Gonzales Says:

    Assalamu alaika ya abal qosim ya aba zahra, ya habiballah. nabi kita tercinta memiliki putra namun mereka dipanggil oleh Allah dikala kecil. namun dari keturunan putrinya sayyidah Fatimah terlahir manusia-manusia agung penerus risalah kenabian.

  13. sukhoi 150 Says:

    budaya Arab memiliki garis keturunan dari Ayah ke Ayah.
    budaya Yahudi memiliki garis keturunan dari Ibu ke Ibu.

    para habib2 itu tidak bisa dikatakan keturunan Rasul. sebut saja –> habib rizieq bin fulan bin fulan bin fulan bin fulan…. dst.. tak kan pernah sampai ke bin Muhammad SAW…. karena akan membelok ke suami dari Fatimah. bukan ke Fatimah… Bin Fatimah –> mana bisa !!

    Beliau terlalu suci untuk memiliki anak keturunan sebandel Habib Brizieq.

    secara hirarki, rasul tidak punya keturunan walaupun punya keturunan. kesucian namanya tetap terjaga. insya 4JJ.

    bingung?

  14. sukhoi 150 Says:

    ini kata Ulama Melek Teknologi –> Agus Mustofa

    Penciptaan nabi isa = penciptaan Adam (sebuah penggalan ayat yg sy lupa mencatat suratnya)

    berarti penciptaan Adam = penciptaan nabi Isa ??
    jika nabi Isa punya Ibu.. maka nabi Adam juga punya Ibu ??

    saya percaya Nabi Adam punya ibu. Dan Hawa tidak lain hanyalah saudara kembar dari Nabi Adam.

    THEY ARE TWINS !!!!!

  15. edmund Says:

    i hate tis guy u sucks go home fuck ur mom cheebye

  16. Abu Fauzan Says:

    Masih banyak hadist yg belum dibaca, lalu dibuat kesimpulan “Islam bukan MONARKI”

    ini jauh dari sifat Ilmiah, dan rawan tergelincir pada pemahaman yg keliru.

    ada hadist shahih yg menyebutkan bahwa kekhilafahan itu hanya akan terjadi beberapa kali saja (diantaranya adalah khulafaurrasyidin yg 4 dan imam mahdi), selain itu yg akan terjadi adalah kerajaan.

    para ulama berkesimpulan dari hadist ini bahwa sistem KERAJAAN adalah SAH menurut HUKUM ISLAM.

    Maka apabila tidak tercapai suatu kekhalifahan, maka yg harus ditempuh adalah sistem kerajaan, bukan parlementer dan demokrasi yg jelas2 bukan ajaran Islam, melainkan ajaran Plato dan Aristoteles yg batil.

    Kebatilan ajaran ini adalah menempatkan SUARA TERBANYAK sebagai pemenang. Sehingga KEBENARAN bisa dengan mudah digilas oleh SUARA TERBANYAK.

    Sementara AZAS musyawarah tetaplah KEBENARAN, bukan suara terbanyak.

    Lebih jauh lagi, Demokrasi telah lancang mengklaim bahwa SUARA RAKYAT = SUARA TUHAN.

    Bagaimana kalo rakyatnya adalah kaum Nabi Luth? atau kaum jahiliyah yg menyembah berhala? atau kaum yahudi? masih bisa diklaim suara Tuhan?

    Kebanyakan rakyat Indonesia meninggalkan sholat 5 waktu, tidak membayar zakat, dan bergelimang maksiat dalam mencari rizki. Rakyat seperti inikah yg SATU SUARA dengan TUHAN?

    Apakah Tuhan selalu SATU SUARA dengan RAKYAT?

    Al-Qur’an mencela MAYORITAS dan memuji MINORITAS.
    – kebanyakan manusia tidak bersyukur
    – sangat sedikit orang yg bersyukur
    – dsb

    Di Saudi Arabia masih banyak ulama yg faham masalah ini, sehingga mereka satu2nya yg bisa bertahan dari sistem parlemanter dan demokrasi yg batil itu, maski belum sanggup mendirikan kekhalifahan.

    Alhamdulillah di asia ada Brunei Darussalam.

    Setiap negara Islam yg kemasukan Demokrasi, dijamin kacau balau dan jauh dari sakinah. Perebutan kekuasaan yg berujung terlantarnya negara dan rakyat. Sehingga dengan mudahnya dikuasai pihak2 asing.

    bersambung insya qjjl…..

  17. EMINEM Says:

    Pada intinya Allah Maha Kuasa Lagi Maha Besar…Semuanya cm Allah YG TAU,dan semuanya itu adalah RAHASIANYA……
    OK BOSSSSS………..

  18. Pengamat Says:

    hmm, Harusnya judulnya jangan begitu, terlalu ekstrim.

    Hanya Allah Yang Maha Tahu Segala Urusan. Kita hanya mampu mengambil kesimpulan yang bermakna MUNGKIN.

    Sebenarnya tentang nabi Muhammad SAW, Allah MAHA TAHU apa yang bakal terjadi next (di masa depan). memang banyak manusia yang terlalu mengaggung2kan manusia lain. Malah melebihi nabi/rasul itu sendiri. sebagai contoh SYIAH. Ali adalah menantu nabi. Laki2-laki dianggap sebagai hal terbaik dan teragung dan yang paling pantas dalam kepemimpinan. Itu baru Menantu, bagaimana jadinya bila itu adalah PUTRA Kandung dari NABI MUHAMMAD SAW itu sendiri??

    Jangankan keturunan Nabi, benda2 mati pun banyak juga yang dikeramatkan dan dianggap dapat membawa berkah, dan sebagainya yang mana manusia itu menjurus ke arah syirik. Ulama2 yang telah wafat dan dulunya memiliki Karomah dari ALLAH, betapa banyak mereka mengkultuskan atau mengharap2 berkah?? Yang mana seharusnya Ulama2 tersebut mustinya kita hormati dan doakan serta ucapkan terima kasih atas JASA2 beliau dan tidak lebih. Bukankah seharusnya hanya kepada ALLAH SWT kita LANGSUNG meminta dan memohon?? Apalagi ALLAH SWT itu sangat dekat dengan kita!! Hanya kita yang suka menjauh…

    Nah inilah yang mungkin di maksud si penulis di atas. Wassalam.

  19. Fajri Says:

    Sepengetahuan saya Rasulullah punya dua anak laki2
    1. Qasim dari siti Khadijah,
    2. Ibrahim dari Maryam Al-Qibtiyah

    keduanya meninggal saat masih kecil….

  20. bflyman Says:

    Betul sekali kalo Nabi Isa AS adalah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang sangat kudus hingga tidak tercipta dari hubungan laki-laki dan perempuan, karena dia adalah ruh Allah sendiri yang bertiup ke rahim perawan suci Maryam bahkan tidak menikah saking kudusnya beliau. Makanya orang Nasrani meyakini kalau beliau disebut Tuhan (Allah yang mewujudkan dalam diri manusia dengan misi penebusan, katanya) dan Tuhan yang berwujud manusia mendapat sebutan Putra Allah.
    Bandingkan dengan junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang manusia biasa dan memiliki 12 istri. Bahkan menurut Alquran Surah At Tahrim dan hadist2 yang meriwayatkan (hadist Shahih Al Bukhari Volume # Buku 43 No. 648) Maria al_Qibtiyya awalnya adalah gundik istri nabi yang bernama Hafsa, kemudian Nabi berzina dengan Maria namun ketahuan oleh Hafsa. Juga menurut hadist tersebut Nabi menikahi Aisyah binti abu Bakar pada saat umur Aisyah 6 tahun dan menggumuli Aisyah pada saat umur Aisyah 9 tahun. Padahal Aisyah masih bermain boneka saat itu bersama temen-temennya dan nabi berumur 50-an tahun yang pantasnya adalah jadi kakek Aisyah . Astagfirullah…..Coba deh diselidiki jangan cuma di Aquran tp jg di hadist-hadist yang dinyatakan sah (Hadist Al-Bukhari dinyatakan paling sah dan kitab tercuci kedua setelah Alquran)

    • setya Says:

      Orang sesat yang ngaku2 muslim ???
      Kalo Isa itu Tuhan dan cuma urusin manusia di Bumi , padahal loo tau kalo bumi tu cuma sebutir debu di alam semesta ini … terus saat dia jadi “tuhan” siapa dong yang urusin alam semesta yg suuaangat gede itu… terus kalo dia “tuhan” buat apa lari dikejar2 prajurit roma yg cuma manusia biasa …
      mikir dong mikir …… binggung ..ke Neraka aja looooo

  21. Wiyono Says:

    Aduhhhh…
    Postingannya bagus banget………
    Yang komen juga bikin mau nangis……… kkikiii….

  22. penghancur umat non muslim Says:

    paraaaaaahhhh astagfirullahaladziiimmmm…tetep aja YESUS pake kancuuutttt

  23. elfan Says:

    dlm Al Quran tidak ada istilah keturunan nabi apa lagi ‘rasul’. karen jabatan kenabian atau pun kerasulan tidaklah ditetapkan dari garis keturunan tapi oleh Tuhan, Allah SWT. Karena itu istilah yang digunakan keturunan Ibrahim, keturunan Ishak dan atau keturunan Muhammad tanpa embel-embel ‘nabi’ atau ‘rasul’-nya.
    khusus untuk penggunaan istilah ‘keturunan’ Muhammad pun perlu kajian lebih lanjut, apakah sesuai dengan penerapan ‘nasab’ dalam Al Quran? masalah nasab jelas dlm Al Quran bahwa harus diambil dari jalur laki-laki (QS. 33:5) kecuali Nabi Isa As yang bisa menggunakan ‘bin’ ibunya, Maryam. jadi, sebenarnya tidak ada lagi keturunan Saidina Muhammad SAW krn beliau tidak meninggalkan anak lelaki yang sampau mempunyai keturunan.

  24. Ulung rumahorbo Says:

    Smuanya akan terjwab stelah kita smua telah dialam kubur, muhammad mnjanjikan surga bgi umatnya dmikian juga yesus kristus. Ayo brlomba brbuat kebaikan pd sesama mnusia trlbih kepada sang pncipta ,mnurut versi masing2.

  25. elfan Says:

    APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

    Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

    1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

    2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ‘nasab’-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

    Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

    Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

    Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

    Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya.

    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

    Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

  26. reza nur aini Says:

    komen-komen-nya gak dibales ama penulisnya yah? :p

  27. Wisata Pulau Seribu Says:

    Kemana yang punya rumah ya ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: