Mengapa Nabi Isa tidak punya bapak, dan mengapa Nabi Muhammad tidak memiliki anak laki-laki?

Sekedar wacana tentang dunia Islam yang saya dapatkan dari hasil berguru di beberapa padepokan… hehehe… :P

Nabi Isa A.S. tidak punya bapak?

Nabi Isa A.S. terlahir dari perawan suci Maryam a.k.a Maria (perempuan).
Adam tidak memiliki bapak (laki-laki) dan tidak memiliki ibu (perempuan).
Hawa tercipta dari bagian Adam (laki-laki) tanpa adanya campur tangan ibu (perempuan).
Kita, manusia biasa, terlahir dari adanya percampuran antara laki – laki dan perempuan.
Jika Nabi Isa A.S. tidak terlahir, mungkin akan ada pertanyaan dari manusia sekarang ini: “Sanggupkah Tuhan menciptakan manusia hanya dari seorang perempuan??”Dan Nabi Isa tercipta, dan tidak disangsikan lagi bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Nabi Muhammad S.A.W. tidak memiliki anak laki-laki?

Kurang begitu jelas diriwayatkan apakah Nabi kita tercinta, Muhammad S.A.W. memiliki anak laki-laki. Yang jelas sekali diriwayatkan adalah bahwasanya Beliau memiliki 4 anak perempuan, yaitu Zaenab, Ruqayat, Ummu Kulsum, dan Fatimah.
Sebagaimana kita tahu, bahwa Nabi Muhammad memegang tampuk pimpinan tertinggi Islam hingga Beliau wafat. Dan setelah Beliau wafat, beliau digantikan oleh para sahabatnya berturut turut yaitu Abu Bakar dan Umar.
Dan bahwasanya Ali bin Abu Thalib adalah keponakan Beliau, terpilihnya beliau dalam jajaran pemerintahan pun tidak serta merta langsung menjadi pimpinan tertinggi.

Terbayangkan jika Nabi Muhammad memiliki anak laki-laki dan posisi pemimpin tertinggi Islam digantikan oleh anaknya, maka akan terbentuk opini bahwa pemerintahan Islam menganut pemerintahan monarkhi ala kerajaan.
Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa pemerintahan Islam bukanlah pemerintahan model monarkhi.

Yang tertulis ini adalah apa yang saya dengar dari beberapa guru dan ustadz saya.
Semoga dapat diambil hikmahnya.

17 Responses to “Mengapa Nabi Isa tidak punya bapak, dan mengapa Nabi Muhammad tidak memiliki anak laki-laki?”

  1. galih Says:

    Dari buku yang kubaca, riwayat kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW karya H.M.H Al Hamid Al Husain, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW punya anak laki-laki bernama Ibrahim, dari isteri Maria Al-Qabtiyya (isteri yang dari Mesir itu). Tapi memang hidupnya tidak lama, cuma 18 bulan saja, setelah itu meninggal.

  2. vcool Says:

    saya baca di bku Khadijah The True Love Story of Muhammad , di sana diceritakan bahwa nabi Muhammad SAW pernah punya anak laki2 dari Khadijah. Tapi sayangnya waktu umur +- 3 thn anaknya meninggal tiba2 :( so sad … (CMIIW)

    peace !

  3. Kendy Says:

    Salah satu anak Beliau ada yang laki-laki, bernama Qasim. Makanya Beliau SAW bergelar Abu Qasim.

  4. apr Says:

    nabi Muhammad punya anak laki-laki… mas, tapi meninggal waktu kecil karena sakit, Allah maha kuasa.

  5. rins Says:

    untuk adik yang senang belajar agama islam. saya bangga deh. saya harap lebih mendalami dulu kemantapan berpikir tentang islam, karena islam tidak sekedar apa yang terlihat. kebanyakan berpikir tanpa dapat memahami makna sebenarnya dapat membuat adik lieur sendiri… ujung2nya terjerumus ke paham2 yang nyeleneh….
    sorry tanpa bermaksud menggurui, hanya prihatin banyak kaum muda yang terkait sekte2 tertentu…
    wass

  6. dara smi Says:

    Assalamua’laikum
    Rasulullah saw mempunyai 7 orang anak,5 perempuan dan 2 lelaki.ke 7 anak Rasulullah semuanya terlahir dari Khadijah dan menurut beberapa pakar sejarah Islam, kedua anak lelaki Rasul tersebut meninggal karena sakit di waktu kecil. Dan Allah Yang Maha Kuasa lebih tahu apa tujuan yang sebenarnya atas meninggalnya kedua anak lelaki Nabi Terakhir ini.Sebagai manusia yang serba kekurangan ilmu kita hanya bisa menebak alasan-alasan kenapa kedua anak lelaki Nabi MUhammad meninggal diwaktu kecil.Dan salah satu alasan yang sering terdengar adalah agar tidak adanya pengakuan kenabian dari keturunan Rasulullah saw.
    I’am so happy to join this blog….we can share about Islam
    I luv Islam………….chayooooo
    wasss
    by dara

  7. " ANAK BONTOT.. " Says:

    Ass..Wr.WB,,untuk sahabatku,
    saya hanya sekedar rembuk saran, ya,,boleh ya,,
    menurut saya, saudara harus belajar sejarah islam terlebih dahulu, baru mengeluarkan statmen tttn Rosullullah yg tidak memiliki anak lelaki, Rosuluulah memiliki 2 anak laki2 ,kemudian diwafatkan oleh Allah.,(wawlohu alam bi sawab ).
    nah, kemudian tolong juga saudaraku sampaikan ,barangkali kepada padepokan2 pengajian saudara, jangan membid’ahkan sesama muslim/muslimat, bid’ah membid;ahkan cukup di forum kajian islam jangan dipodium mis : jumat;an, pengajian umum dsb.
    karena akhir2 ini , ada sekelompok umat yg tidak senang dengan zikir bersama, membaca sholataw atas nabi, bertakziah membaca Yasin di rumah orang yg tertimpa musibah kematian mereka bahkan sudah berani melarang.(naudzu billah) menurut mereka membaca yassin di rumah orng meninggal ajaran Hindu,( masya Allah ).,
    Demikian rembuk saran dan saling menyampaikan yang hak dan baik, terima kasih semoga sukses selalu..ya,,

  8. 'Alawiy Says:

    Assalamu’alaikum

    Wahai saudara-saudaraku seagama

    Secara kebetulan jari ini menekan tombol menuju site ini, Allah lah yg memeprtemukan kita.

    Yaa Ikhwan, Nabi kita, Nabi Muhammad saw, Nabi tercinta, yang sangat dicintai oleh Allah, yang sangat dimuliakan oleh Allah, sehingga mulialah alam ini, mulialah keluarga beliau saw, mulialah para sahabat beliau saw, dan mulilah juga ummat beliau saw. dikaruniai oleh Allah beberapa nak oleh Allah baik lelaki maupun perempuan, yaitu sebagai berikut :

    Anak-Anak Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam
    Anak-anak Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam adalah sebagai berikut :
    Qasim, dengannya Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam memperoleh julukan abul Qasim. Dia dilahirkan sebelum Rasulullah sholallah alaihi was salam diangkat menjadi nabi begitu pula meninggalnya, dia meninggal dunia dalam usia 2 tahun.
    Abdullah, dia juga dinamai dengan ath-Thayyib dan ath-Thahir. Dia dilahirkan setelah Rasulullah sholallah alaihi was salam diangkat menjadi nabi, namun ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa dia dilahirkan sebelum Rasulullah sholallah alaihi was salam diangkat menjadi nabi. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa ath-Thayyib bukanlah ath-Thahir.
    Zainab.
    Ruqayyah.
    Ummu Kultsum
    Fathimah az-Zahra ra.
    Anak-anak perempuan Nabi sholallah alaihi was salam seluruhnya mengalami zaman Islam dan turut berhijrah bersama Rasululah sholallah alaihi was salam.
    Perlu kami sampaikan di sini bahwa mereka semua adalah anak-anak dari Khadijah ra.
    Disamping itu, Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam juga memiliki anak lain yang dilahirkan di Madinah yaitu Ibrahim, dia dari Mariyah al-Qibthiyyah. Ibrahim meninggal dunia ketika berusia 70 hari. Menurut sebagaian riwayat adalah 7 bulan dan riwayat yang lain lagi 8 bulan.
    Seluruh anak Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam meninggal dunia pada saat beliau sholallah alaihi was salam masih hidup kecuali Fathimah az-zahra, dia meninggal 7 bulan setelah nabi wafat.
    Zainab adalah anak perempuan Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam yang paling besar, dia menikah dengan Abul Ash bin Rabi’ dan dia telah masuk Islam.
    Dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Ali, namun ia meninggal dunia pada saat usianya masih dini. Disamping itu dia juga memiliki anak yang lain yaitu Umamah, seorang anak yang pernah digendong oleh Nabi Muhammad sholallah alaihi was salam pada saat beliau melakukan shalat.
    Setelah dewasa Umamah menikah dengan Ali bin Abi Thalib yakni setelah meninggalnya Fathimah az-Zahra bibinya serta atas wasiat darinya. Sepeninggal Ali bin Abi Thalib Umamah menikah kembali dengan Mughirah bin Naufal bin Harits bin Abdul Muthalib dan dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Yahya al-Mughirah.
    Umamah meninggal dunia ketika menjadi isteri Mughirah.
    Fathimah az-Zahra ra menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra, beliau memiliki beberapa orang anak yaitu, Hasan, Husein, Muhsin, Ruqayyah, Zainab, dan Ummu Kultsum radhyallahu ‘anhum. Muhsin meninggal dunia pada saat masih bayi sedangkan Ruqayyah meninggal dunia sebelum dewasa. Zainab menikah dengan Abdullah bin Ja’far dan dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Ali, namun ia meninggal dunia pada saat masih kecil. Sedangkan Ummu Kultsum menikah dengan Umar bin Khathab ra dan dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki yaitu Zaid. Setelah itu, dia menikah kembali dengan ‘Auf bin Ja’far, setelah itu diperisteri oleh saudaranya yaitu Abdullah bin Ja’far.
    Adapun Ruqayyah (puteri Nabi sholallah alaihi was salam) dia menikah dengan Utsman bin Affan dan dengan pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Abdullah. Ruqayah meninggal dunia pada hari dimana Zaid bin Haritsah datang membawa kabar gembira tentang kemenangan kaum muslimin di perang Badar.
    Setelah Ruqayyah meninggal dunia, Utsman bin Affan ra menikah kembali dengan saudaranya yakni puteri Nabi sholallah alaihi was salam yang satunya yaitu Ummu Kultsum, dan dia meninggal dunia di sisinya pada bulan Sya’ban tahun sembilan kenabian.

    Dan Allah juga telah mengaruniai Nabi kita saw dengan keturunan yg tidak dapat terputus. Dan, Alhamdulillah, sampai sekarang pun kita dapat menjumpai keturunan Rasulullah saw.

    Dan terbukti, banyak dari keturunan Rasul saw yang telah menjadi orang-orang sholeh yang dicintai oleh Allah, dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah disebabkan oleh ketaqwaan mereka.

    Namun, bukan berarti ke-imamah-an (kepemimpinan / kekhalifahan) hanya terbatas pada keturunan Nabi saw walaupun memang mereka berhak.
    Jadi, di dalam Islam, dapat diartikan seperti ini, keturunan Nabi saw lebih afdhal, akan tetapi bukan berarti selain keturunan Nabi saw tidak bisa menjadi khalifah. Islam mempunyai metode khusus dalam masalah kekhalifahan.

    Dan di dalam Islam, kekhalifahan yang sah setelah Nabi Muhammad saw, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khottob, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Merekalah yang tergolong Khulafaur Rasyidin (pemimpin yang lurus), dan juga ada sebagian ulama berpendapat bahwa Umar bin Abdul Aziz juga termasuk Khulafaur Rasyidin karena dia menjalankan pemerintahan yang lurus. Semoga Allah meridhoi mereka semua.

    Semoga Bermanfaat

    Wassalam

  9. sisi Says:

    BArrukh Atah Adonai, Eloheinu melek ha’olam,asyer bahar banu mikal’ am, we rommenu mikal lason, we qidassanu be missnonu waitten lanu, Adonay eloheinu be ahebah hag hasy-syavu’ot hazzeh.Zeman mattantoratenu. BArukh Attah Adonay, meqodesy Yissrael we hazamanim
    (Terpujilah Engkau, Ya Allah, Tuhan Kami, Raja yg Kekal, yg telah memilih kami dari segala bangsa, untuk meninggikan kami atas segala bangsa, untuk meninggikan kami atas segala bahasa, dan menguduskan kami dengan perintah2MU. Dan Engkaulah, Ya Allah, Tuhan Kami yang dalam kasihMU telah memberikan kepada kamiPerayaan Tujuh Minggu ini, saat engkau memberikan Taurat kepada kami.Terpujilah Engkau, Ya Tuhan, yg telah mnenguduskan Israel dengan perayaan2nya

  10. eleizer Says:

    Engkau mendatangi aku dgn pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan Semesta Alam, Allah segala barisan Israel yg kautantang itu.Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan memenggal kepalamu dari tubuhmu. Ucapan David(Daud) kepada Goliath (Jalut) org Filistin (PAlestina)

  11. FERDI Says:

    Rasulullah memiliki anak laki-laki,namun anak beliau meninggal dunia ketika masih bayi,kalo tidak salah nama anak beliau adalah qasim dan ibrahim,mungkin Allah memiliki tujuan lain dengan mengambil anak beliau ketika masih bayi.

  12. Daeng Gonzales Says:

    Assalamu alaika ya abal qosim ya aba zahra, ya habiballah. nabi kita tercinta memiliki putra namun mereka dipanggil oleh Allah dikala kecil. namun dari keturunan putrinya sayyidah Fatimah terlahir manusia-manusia agung penerus risalah kenabian.

  13. sukhoi 150 Says:

    budaya Arab memiliki garis keturunan dari Ayah ke Ayah.
    budaya Yahudi memiliki garis keturunan dari Ibu ke Ibu.

    para habib2 itu tidak bisa dikatakan keturunan Rasul. sebut saja –> habib rizieq bin fulan bin fulan bin fulan bin fulan…. dst.. tak kan pernah sampai ke bin Muhammad SAW…. karena akan membelok ke suami dari Fatimah. bukan ke Fatimah… Bin Fatimah –> mana bisa !!

    Beliau terlalu suci untuk memiliki anak keturunan sebandel Habib Brizieq.

    secara hirarki, rasul tidak punya keturunan walaupun punya keturunan. kesucian namanya tetap terjaga. insya 4JJ.

    bingung?

  14. sukhoi 150 Says:

    ini kata Ulama Melek Teknologi –> Agus Mustofa

    Penciptaan nabi isa = penciptaan Adam (sebuah penggalan ayat yg sy lupa mencatat suratnya)

    berarti penciptaan Adam = penciptaan nabi Isa ??
    jika nabi Isa punya Ibu.. maka nabi Adam juga punya Ibu ??

    saya percaya Nabi Adam punya ibu. Dan Hawa tidak lain hanyalah saudara kembar dari Nabi Adam.

    THEY ARE TWINS !!!!!

  15. edmund Says:

    i hate tis guy u sucks go home fuck ur mom cheebye

  16. Abu Fauzan Says:

    Masih banyak hadist yg belum dibaca, lalu dibuat kesimpulan “Islam bukan MONARKI”

    ini jauh dari sifat Ilmiah, dan rawan tergelincir pada pemahaman yg keliru.

    ada hadist shahih yg menyebutkan bahwa kekhilafahan itu hanya akan terjadi beberapa kali saja (diantaranya adalah khulafaurrasyidin yg 4 dan imam mahdi), selain itu yg akan terjadi adalah kerajaan.

    para ulama berkesimpulan dari hadist ini bahwa sistem KERAJAAN adalah SAH menurut HUKUM ISLAM.

    Maka apabila tidak tercapai suatu kekhalifahan, maka yg harus ditempuh adalah sistem kerajaan, bukan parlementer dan demokrasi yg jelas2 bukan ajaran Islam, melainkan ajaran Plato dan Aristoteles yg batil.

    Kebatilan ajaran ini adalah menempatkan SUARA TERBANYAK sebagai pemenang. Sehingga KEBENARAN bisa dengan mudah digilas oleh SUARA TERBANYAK.

    Sementara AZAS musyawarah tetaplah KEBENARAN, bukan suara terbanyak.

    Lebih jauh lagi, Demokrasi telah lancang mengklaim bahwa SUARA RAKYAT = SUARA TUHAN.

    Bagaimana kalo rakyatnya adalah kaum Nabi Luth? atau kaum jahiliyah yg menyembah berhala? atau kaum yahudi? masih bisa diklaim suara Tuhan?

    Kebanyakan rakyat Indonesia meninggalkan sholat 5 waktu, tidak membayar zakat, dan bergelimang maksiat dalam mencari rizki. Rakyat seperti inikah yg SATU SUARA dengan TUHAN?

    Apakah Tuhan selalu SATU SUARA dengan RAKYAT?

    Al-Qur’an mencela MAYORITAS dan memuji MINORITAS.
    - kebanyakan manusia tidak bersyukur
    - sangat sedikit orang yg bersyukur
    - dsb

    Di Saudi Arabia masih banyak ulama yg faham masalah ini, sehingga mereka satu2nya yg bisa bertahan dari sistem parlemanter dan demokrasi yg batil itu, maski belum sanggup mendirikan kekhalifahan.

    Alhamdulillah di asia ada Brunei Darussalam.

    Setiap negara Islam yg kemasukan Demokrasi, dijamin kacau balau dan jauh dari sakinah. Perebutan kekuasaan yg berujung terlantarnya negara dan rakyat. Sehingga dengan mudahnya dikuasai pihak2 asing.

    bersambung insya qjjl…..

  17. EMINEM Says:

    Pada intinya Allah Maha Kuasa Lagi Maha Besar…Semuanya cm Allah YG TAU,dan semuanya itu adalah RAHASIANYA……
    OK BOSSSSS………..


Leave a Reply