Telah menjadi hal yang wajar di jaman ini, orang melakukan kredit untuk memperoleh keinginannya. Sang debitor (yang mencicil kredit) menyerahkan sejumlah uang tertentu kepada kreditor (yang memberi kredit) secara berkala hingga semua hutangnya terlunasi. Begitulah pengertian sederhana mengenai kredit, bukan pengertian kredit yang sebenarnya di ilmu ekonomi.
Banyak pola kredit yang disajikan dan diakadkan antara kreditor dan debitor, dari model cicilan biasa, dengan tambahan denda dan administrasi, bahkan hingga model bunga berbunga. Terlepas dari implementasi kredit itu sendiri dan hukum yang terkait dengan itu, kredit memiliki sisi positif dan sisi negatif.
Read the rest of this entry »