Tips lebih produktif menggunakan Windows XP

Seringkali sebel ketika memakai windows explorer untuk membuka sebuah folder / directory yang di dalamnya terdapat banyak compressed file, tiba – tiba nge-hang atau lama sekali responsnya. Hal ini terjadi karena windows explorer membaca compressed file (.zip, .cab) untuk ditampilkan dalam folder tree.

Sedikit googling, ketemu link http://ftp.cac.psu.edu/pub/ger/documents/WindowsXPChanges.html. Ternyata cukup simple, hanya dengan menjalankan perintah di command prompt / run :
regsvr32 %SYSTEMROOT%\System32\zipfldr.dll /u
(%SYSTEMROOT% bisa diganti dengan C:\Windows), gangguan tersebut terselesaikan 😀 .

Ada juga beberapa shortcut yang bisa menambah produktifitas. Di environment Windows, sudah distandarisasi berbagai shortcut keyboard. Read the rest of this entry »

Posted in IT. 8 Comments »

Kredit: membantu atau membuat sengsara?

Telah menjadi hal yang wajar di jaman ini, orang melakukan kredit untuk memperoleh keinginannya. Sang debitor (yang mencicil kredit) menyerahkan sejumlah uang tertentu kepada kreditor (yang memberi kredit) secara berkala hingga semua hutangnya terlunasi. Begitulah pengertian sederhana mengenai kredit, bukan pengertian kredit yang sebenarnya di ilmu ekonomi.

Banyak pola kredit yang disajikan dan diakadkan antara kreditor dan debitor, dari model cicilan biasa, dengan tambahan denda dan administrasi, bahkan hingga model bunga berbunga. Terlepas dari implementasi kredit itu sendiri dan hukum yang terkait dengan itu, kredit memiliki sisi positif dan sisi negatif.
Read the rest of this entry »

Membuat job scheduler / cron / daemon dengan Java menggunakan Spring dan Quartz

Jika kita menggunakan *NIX atau Linux, kita akan familiar dengan istilah cron atau daemon. Di Windows jika kita buka Control Panel, juga ada tools yang disebut dengan Scheduled Tasks. Semuanya memiliki kemiripan, yaitu menjalankan sebuah task / job / perintah pada sistem operasi tersebut. Di Windows lebih mudah dalam setting-nya karena sudah ada GUI yang mempermudah untuk membuat schedule. Hanya saja, cron di *NIX / Linux memiliki fleksibilitas yang lebih baik pada pola – schedule pattern-nya, meskipun bagi yang belum biasa akan sedikit susah karena harus mempelajari schedule pattern dari cron dan juga membuat script dari cron itu sendiri.

Dengan Java, tidak terlampau sulit untuk melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh sistem operasi tersebut, hanya beda cara saja, yang satu built in dari sistem operasi, sedangkan dengan Java perlu sedikit programming 🙂 . Schedule ini bisa kita gunakan untuk keperluan aplikasi kita sendiri, atau untuk eksekusi perintah lain di sistem operasi (dengan menggunakan java.lang.Runtime).

Untuk membuat job scheduler dalam Java, sebenarnya telah ada class java.util.Timer dan java.util.TimerTask yang akan membantu kita membuat cron ala kita sendiri. Tapi pasti akan sulit bagi kita untuk ‘building application from the scratch’ alias mulai semua dari awal, apalagi jika aplikasi berkembang ke arah yang lebih kompleks, misalnya akses ke database atau menggunakan library lain misalnya Hibernate / Ibatis. Terlebih jika harus melakukan hardcode, yang notabene tidak fleksibel.

Bersyukurlah karena telah ada library yang mempermudah melakukan hal tersebut. Team OpenSymphony telah membuat Quartz – full-featured, open source job scheduling system – library untuk job scheduling yang open source di bawah lisensi Apache 2.0 yang bisa digunakan di berbagai aplikasi Java, baik Java EE (a.k.a. J2EE) maupun Java SE (a.k.a. J2SE). Sebagai info tambahan, OpenSymphony ini juga yang menelurkan SiteMesh (web decoration framework) dan WebWork (web-application development framework, yang menjadi cikal bakal Struts 2).

Read the rest of this entry »

Posted in IT, jAVA. 6 Comments »

Solo, Kota Jajan Yang Tak Pernah Tidur

Yup.. itulah salah satu title dari situs Kabare Solo .
Dapat info dari milis SMAGA-Surakarta, cukup mengobati rasa rindu bin kangen akan kampung halaman…
Banyak jajanan disana.. bahkan kalo malem-malem kelaperan, tinggal keluar rumah, celinguk kanan kiri, atawa keluar ke jalan besar bentar, ada yang jualan…
Beda banget dengan Jakarta, yang notabene banyak dibilang kota tak pernah tidur, tapi susah bener cari makan..

Di situ tertera juga sejarah dan “besarnya” kota Solo.. sudah ada sejak tahun 1754 dan realita sebenarnya lebih tua dari itu … 🙂
Jadi teringat ketika rekanan, holly a.k.a lynxi a.k.a hollyghozi, saat bertandang ke Solo, pernah berkomentar bahwa Solo itu cuman segitu aja, muter2 ya gitu2 aja.. tak jauh beda dengan Jember..
hix.. 😦 mo protes, tapi ga punya bukti kuat.. lha gimana ga keliatan kecil, yang diputer2in cuman sekitar jalan Slamet Riyadi, Mangkunegaran, dan Keraton….

Ngomongin makanan, banyak macam makanan n jajanan di Solo lhoh…
Sebagian daftarnya ada disini.dan saya yakin masih banyak yang belum masuk..

Lebaran kemaren, sempat muter2 solo, cari srabi gajah di sekitar Ngemplak…
koq udah ngilang ya? patung gajahnya aja udah ga keliatan.. :((
Padahal ini srabi favorit masa kecil….

srabi oh srabi ….